Pelatih Arema mengancam untuk Mundur karena tidak profesionalnya Manajemen
Pelatih Arema Indonesia Robert Alberts mengancam mundur sebagai pelatih klub berjuluk Singo Edan itu seusai mengalahkan Sriwijaya FC di stadion Kanjuruhan, Malang, dengan skor telak 3-0, Rabu (23/12).
Ia mengancam mundur dengan alasan manajemen Arema Indonesia dinilai tidak profesional karena sudah berkali-kali mengingkari janji untuk memberikan bonus kepada pemain dan pelatih. Selain itu manajemen tidak memberikan fasilitas secara layak, misalnya mobil untuk operasional, seperti klausul kontrak yang ditandatangani pelatih dan pemain.
Robert Alberts bersama kapten tim Arema Piere Njanka, Noh Alam Shah, dan Markus Horison, menumpahkan unek-uneknya dihadapan wartawan seusia pertandingan melawan Sriwijaya FC. Mereka mengaku kesal dengan tidak profesionalnya manajemen selama ini.
Pernyataan tidak profesional terhadap manajemen Arema itu diungkapkan untuk menghindari kesan buruk ketika mereka benar-benar mundur dari skuat Singo Edan. Untuk memperkuat tuntutan, Robert Alberts mempersilahkan Piere Njanka, Noh Alam Shah, dan Markus Horison, untuk bicara.
Ketiga pemain tersebut menyatakan kesal dengan ulah manajemen yang hingga saat ini tidak memberikan bonus dan sejumlah fasilitas yang dijanjikan. Piere Njanka mengatakan kekurangan vie uang kontrak yang sejauh ini belum dibayarkan kepada pemain, itu tidak masalah. Tetapi yang membuat kesal adalah manjemen berkali-kali mengingkari janji dalam memberikan bonus kepada pemain.
Demikian pula dengan Noh Alam Shah yang menyatakan meskipun di luar Arema berhasil di puncak klasemen sementara, namun di dalam pemain dan pelatih sangat menderita. “Meskipun kami sudah kerja keras hingga mengantarkan Arema di puncak klasemen, tetapi kami menderita akibat ulah manajemen,” tegasnya.
Untuk itu, lanjutnya, ia bersama pemain asing lainnya mengancam hengkang dari klub dengan mengakhiri kontrak bila manajemen tidak memenuhi janjinya. Penjaga gawang Singo Edan Marcus Horison juga menyatakan seluruh pemain lokal juga bersepakat mundur.
